Dalam rangka memeriahkan hari perhubungan nasional tahun 2016 ini kantor unit penyelenggara bandar udara kelas I Mopah Merauke mengadakan kegiatan perlombaan, donor darah, jalan santai, senam bersama dan sebagainya.
Kegiatan senam bersama dilaksanakan pada 23 September 2016 sekitar jam 07.30 WIT. Senam bersama ini diikuti oleh perwakilan stakeholder yang dilaksanakan di lapangan PK bandar Udara Mopah Merauke, salah satunya yakni stasiun meteorologi Mopah Merauke.
Peralatan meteorologi synoptik merupakan alat ukur parameter cuaca permukaan untuk mengamati kondisi udara di suatu tempat. Parameter cuaca yang diukur antara lain yaitu suhu udara, kelembaban udara, tekanan udara, arah dan kecepatan angin, radiasi matahari, penguapan, dan curah hujan.
Pada umumnya Indonesia dipengaruhi oleh dua monsun yakni
monsun Asia dan Monsun Australia. Monsun adalah kondisi iklilm dimana angin pada
umumnya berubah 180 derajat secara periodik. Monsun Asia adalah kondisi dimana
Jumat, (19/8). Kepala BMKG di depan puluhan media massa cetak, elektronik, dan online memberikan keterangan pers terkait perkembangan musim kemarau dan prakiraan musim hujan 2016/2015. Jika kita menengok review release musim kemarau pada 14 Maret dan 3 Juni 2016, bahwa BMKG telah memprediksi dan menyampaikan periode musim kemarau 2016 akan mengalami kondisi lebih basah. Pada bulan Juni 2016 lalu , BMKG pun memprediksi bahwa beberapa wilayah (27.2%) hingga saat ini belum memasuki musim kemarau dan masih terus terjadi curah hujan yang tinggi. Situasi ini menegaskan terjadinya `kemarau basah` atau sering dikenal pula `wet spell`.